Feeds:
Posts
Comments

GANESHA MYCOSOFT

Bibit Jamur-Tiram-Shiitake-Lingzhi-Kuping-Merang

GANESHA MYCOSOFT

Pusat Bibit Jamur Bandung – Indonesia

Menyediakan berbagai jenis bibit jamur konsumsi dan obat

Dikemas dalam bentuk botol selai (Bibit F1 dan F2) sehingga lebih praktis dalam proses inokulasi

Kualitas terjaga…diturunkan langsung dari kultur murni (F0)

Daftar Harga Bibit Kultur Murni (F0) Media PDA

JENIS

HARGA / TABUNG REAKSI
Jamur  Tiram Rp. 100.000,00
Jamur Kuping

Rp. 120.000,00

Jamur Shiitake

Rp. 120.000,00
Jamur  Lingzhi

Rp. 180.000,00

Jamur Champignon

Rp. 150.000,00

Jamur  Merang

Rp. 150.000,00

Pemesanan minimal 1 Tabung Reaksi

Harga belum termasuk ongkos kirim

Contact person : rial aditya 081-221-607314

Alamat : jln. Cimanuk 5A Bandung 40115

Pembayaran via Transfer ke rekening Mandiri

130-00-0976692-7   a.n. Rial Aditya

Mandiri KCP Bandung Siliwangi 13008

Daftar Harga Bibit Botol F1

Jenis

Harga / botol

Jamur tiram Rp. 25.000,00
Jamur Kuping Rp. 30.000,00
Jamur Shiitake Rp. 30.000,00
Jamur Lingzhi Rp. 50.000,00
Jamur Champignon Rp. 40.000,00
Jamur Merang Rp. 50.000,00
Pemesanan minimal 1 botolHarga belum termasuk ongkos kirim

Contact person : rial aditya 081-221-607314

Alamat : jln. Cimanuk 5A Bandung 40115

iklan dari mulut-ke-mulut memang tidak terkalahkan. Untuk itu buatlah pelanggan mempromosikan bisnis Anda dengan 3 strategi sederhana.

Kebanyakan orang setuju: Tiada iklan yang lebih baik daripada iklan dari-mulut-ke-mulut. Biasanya, pelanggan yang menelpon Anda karena rekomendasi pribadi dari temannya atau rekannya lebih sering jadi membeli daripada batal membeli. Sebab itulah iklan dari mulut-ke-mulut yang positif menjadi idaman setiap pengusaha.

selengkapnya monggo

Suhadi Sukama lebih dini menyiapkan bisnis sebelum dirinya pensiun. Maka ia sudah bisa memetik hasilnya ketika masa pensiunnya tiba.

Menurut sebuah survei hanya 2% saja orang yang tetap dapat menikmati kehidupan mapan sesudah masa pensiun tanpa perlu lagi melakukan kegiatan produktif. Selebihnya akan membuka usaha, bekerja lagi, atau menggantungkan diri pada orang lain (sanak-keluarga). Tetapi terlepas dari hal itu, Suhadi Sukama, seorang pensiunan BUMN, berpendapat, bagi pensiunan lebih baik berusaha dibanding dengan menempuh kehidupan ‘mantap’ (makan tabungan pensiun). Namun baginya, seorang calon pensiunan ketika hendak mempersiapkan bisnis, ekspektasi seharusnya bukan menjadi konglomerat dari usaha baru yang dirintisnya, tapi agar mempunyai kegiatan pasca pensiun, dan terutama mempunyai penghasilan tambahan selain dari uang pensiunnya.

Ia juga berpendapat, idealnya bisnis pensiunan mulai dipersiapkan saat seseorang masih aktif bekerja. Persiapan tidak selalu harus diartikan berupa persiapan materi. Pada tahap awal bisa dimulai dari pembelajaran jenis usaha dan prospek usahanya melalui literatur, baik tentang usaha yang bersangkutan, cara produksi/ mendapatkan produk yang akan dijadikan usaha, analisa pasar dan harga, persaingan usaha, dan lain-lain.

“Tentunya akan relax bila kita tahu lebih dini. Selain belajar dari literatur, kita perlu meluangkan waktu untuk melakukan berbagai uji coba dalam skala kecil untuk membuat/ mendapatkan produk tersebut. Jenis usaha idealnya dipilih berdasarkan pengalaman kita sendiri saat uji coba. Pilihan usaha lebih dini, akan memberi kesempatan kepada kita untuk menghimpun dana (berhemat) lebih awal untuk modal. Penyiapan lahan, infra struktur, menimba pengetahuan, melakukan pengujian usaha dan tidak kalah penting menyiapkan kebutuhan SDM untuk pelaksanaannya nanti, akan memerlukan waktu dan dana,” jelasnya.

Suhadi cukup beruntung. Mengaku tertarik dan mencintai agrobisnis, persiapan usaha sudah lama ia lakukan. Merunut ke belakang, sejak tahun 1980, yakni setelah lulus dari Teknik Perminyakan dan mulai bekerja, ia bahkan telah mempersiapkan diri, antara lain mempelajari budi daya ayam ras & itik, uji coba bertanam sayur-mayur, tanaman hias, ikan hias, burung, anggrek, bonsai, hingga mulai mempersiapkan bisnis agro. Kini, bisnis Eka Agro Rama yang dijalankan pria 58 tahun itu sudah kelihatan membuahkan hasil. Setidaknya sejak tahun lalu usaha ternaknya sudah menjual lebih kurang 600 ekor domba, dan tahun ini pasti bertambah. Lebih menggembirakan lagi, vanili dan kopi juga telah panen perdana dan hasilnya tahun depan siap dipasarkan. Sementara itu untuk tanaman keras, seperti jati, tingginya sudah 12 m, durian juga sudah belajar berbuah. Padahal saat ini masa pensiunnya ditambah dengan diperbantukan di BUMN tersebut masih tersisa dua tahun.

Lama waktu yang diperlukan untuk mempersiapkan bisnis menjelang pensiun adalah relatif. Menurut bapak 4 anak dan kakek seorang cucu tersebut, tinggal dihitung mundur saja dari waktu kapan ekspektasi bisnis yang terpilih mulai komersial (paling lambat saat mulai pensiun) ke waktu persiapan dan pelaksanaannya (sebelum pensiun). Ia berpendapat, 5 tahun masa persiapan sebelum pensiun adalah pas-pasan, dan idealnya adalah 10 tahun.

Di samping itu, faktor resiko atas bisnis yang dipilih perlu dijadikan pertimbangan. Pilihan bisnis beresiko lebih tinggi berarti juga harus memperhitungkan waktu yang cukup untuk pemulihan bila gagal. Artinya bisnis seperti itu akan lebih tepat apabila dimulai pada saat masih dalam kondisi aktif bekerja dan masih punya cukup waktu lama sampai usia pensiun.

“Kalau harus memilih, saya lebih suka resiko moderat tetapi penghasilannya dapat meningkat dalam skala jangka panjang. Artinya kita perlu membuat rencana agrobisnis dengan konsep multi crops, dari tanaman pendek usia sampai usia panjang secara tumpang sari. Selain itu kami sejak awal berusaha memiliki keunggulan produk, seperti menggunakan konsep organik yang akan menjadi trend di masa depan. Itulah sebabnya kami beternak (Villa Domba, ternak domba garut-red), sekali mendayung kami memperoleh pupuk gratis. Sistem tumpang sari secara benar, berarti juga efisiensi lahan. Kami saat ini seolah-olah memiliki lahan 4-5 kali lebih luas dan punya banyak pilihan produk, terserah pasar pilih yang mana, kami siap memproduksinya,” paparnya.

Sehingga baginya, kegiatan agrobisnis lebih sesuai karena sebenarnya dapat dirancang agar menghasilkan keuntungan secara berjangka, dari jangka pendek, menengah sampai jangka panjang. Contohnya, ketika ia berencana melakukan penanaman pohon kayu untuk bahan bangunan, seperti sengon, jati, dan lain-lain, penghasilan untuknya mungkin saja diperoleh dari tanaman sela pada tanaman inti tersebut (tumpang sari) berupa rumput untuk pakan ternak, palawija, kopi, vanili dan sebagainya, yang hasilnya dapat dinikmati di bawah lima tahun. Karena kayu sengon baru dipanen setelah lima tahun, apalagi jati berumur lebih dari sepuluh tahun. “Kalaupun tidak sempat menikmati, kita harus ikhlaskan untuk anak cucu kita,” imbuhnya arif.

Diungkapkan, biaya pengadaan lahan membutuhkan modal usaha terbesar pada usaha agrobisnis miliknya. Ia menyiasati dengan cara pembelian lahan secara bertahap sejak jauh-jauh hari, enam tahun sebelum proyek dimulai. Harga tanah pasti selalu mengalami apresiasi, sehingga tidak usah khawatir asalkan sudah punya perencanaan yang matang. Menyewa lahan, kalau bukan untuk sekadar uji coba, menurutnya malah akan menyulitkan di kemudian hari, terutama bila untuk tanaman keras. Pembelian lahan pun dicari yang masih murah harganya tetapi mempunyai daya dukung dan kecocokan terhadap rencana usaha, serta menghindari setiap pembelian tanpa perencanaan yang jelas. Sedangkan modal usaha lain adalah untuk pembelian bibit tanaman dan ternak, serta kandang.

“Kami melaksanakan pengembangan usaha secara bertahap disesuaikan dengan kemampuan pendanaan. Dalam program kami, rencana kegiatan dibagi menjadi tiga tahapan. Tahap Pertama (sekarang), Tahap Kedua (optimalisasi lahan) dan Tahap Tiga (sinergi dengan mitra usaha). Mempunyai program skala jangka panjang dengan harapan dapat dilanjutkan oleh anak dan cucu. Modal tidak besar sehingga terjangkau secara swadana, yang jelas kami telah hidup hemat hampir 10 tahun lalu. Saat belum memperoleh penghasilan cukup, kami danai dari penyisihan penghasilan tetap (gaji),” paparnya.

 

source :

http://www.majalahpengusaha.com

Bahan-bahan pembuatan steamer sederhana :

papan ukuran 1,5 meter dan 2 meter

2 tong penampung air ukuran @ 50 liter

termometer

tiang kayu sebagai penyangga

batu bata dan semen untuk pondasi

plastik tahan panas

Steamer sederhana dapat dibuat dengan menggunakan papan-papan kayu dengan ukuran yang disesuaikan dengan kapasitas yang diinginkan.

sebagai contoh steamer pada gambar di atas dibuat dengan ukuran 1,5 x 2 meter persegi dan dapat menampung baglog jamur kurang lebih sebanyak 300 buah @ 1,3 kg. bagian dalam steamer dipasang plastik tahan panas untuk menahan uap panas tidak sampai keluar. bagian luar di pasang pula termometer untuk mengamati suhu dalam steamer.

Pondasi dibuat dengan menggunakan batu bata dengan ketinggian 1 meter dan pada bagian tengahnya dipasang 2 buah tong  air@ 50 liter yang dihubungkan langsung dengan steamer. Masing-masing tong diisi air sebanyak 3/4 bagian. Uap panas dari dalam tong hasil pembakaran  akan langsung menuju steamer  untuk mematangkan/mensterilisasi baglog.

ANGGARAN BIAYA BUDIDAYA JAMUR TIRAM

Skala usaha                                        25.000    baglog

Satu siklus usaha                              6               bulan

Asumsi bangunan                            Pembuatan bangunan kumbung baru

Asumsi penjualan                             Melalui Agen/Bandar

No Pembiayaan Unit Biaya satuan Jumlah Nilai
  1. I.
Investment Cost
Bangunan  :
Pencampuran dan sterilisasi m2 120,000.00 80 9,600,000.00
Inkubasi dan Pemeliharaan m2 150,000.00 120 18,000,000.00
Peralatan
Alat steam (boiler) Unit 8,000,000.00 1 8,000,000.00
Instalasi Listrik 600,000.00
Selang dan  sprayer 100,000.00
Sekop dan ember 100,000.00
Total Investment Cost 36,000,000.00
II. Operational Cost
Variable Cost
Media tanam :
Serbuk kayu kg 200.00 40,000 8,000,000.00
dedak kg 2,000.00 4,000 8,000,000.00
kapur kg 300.00 2,500 750,000.00
Bibit jamur log 3,000.00 1,000 3,000,000.00
alkohol liter 10,000.00 2 20,000.00
Plastik bag ukuran 2kg kg 18,000.00 125 2,250,000.00
Elpiji tabung 80,000.00 30 2,400,000.00
Karet  gelang kg 10,000.00 10 100,000.00
kapas 200,000.00
ring buah 50.00 25,000 1.250.000.00
Plastik  ukuran 15 kg kg 18,000.00 10 180,000.00
Plastik ukuran  5 kg kg 18,000.00 30 540,000.00
Biaya listrik Bulan 100,000.00 6 600,000.00
Fixed Cost
Manajer lapangan Orang-bulan 1,000,000.00 6 6,000,000.00
Pekerja  :
Pencampuran Orang-hari 25,000.00 50 1,250,000.00
inokulasi Orang-hari 15,000.00 100 1,500,000.00
pemeliharaan Orang-hari 15,000.00 120 1,800,000.00
Total Operational Cost 37,840,000.00
Total Pengeluaran 73,840,000.00
III Penjualan
% kegagalan 10
Hasil Penjualan kg 6,500.00 11,250 73,125,000.00
Penerimaan 73,125,000.00
LABA 35,285,000.00
ANGGARAN BIAYA BUDIDAYA JAMUR TIRAM
Skala Usaha 15000 log
Satu siklus usaha 6 bulan
Asumsi bangunan Sewa
No. Pembiayaan Unit Biaya satuan Jumlah Nilai
I Investment Cost
Sewa Bangunan log 150.00 15,000.00 2,250,000.00
transportasi log 100.00 15,000.00 1,500,000.00
Total Investment cost 3,750,000.00
II Operational Cost
Variable Cost
log jamur log 1,200.00 15,000.00 18,000,000.00
Biaya listrik bulan 50,000.00 6.00 300,000.00
Fixed Cost
Manajer lapangan orang-bulan 500,000.00 6.00 3,000,000.00
Pekerja :
Pemeliharaan orang-hari 15,000.00 180.00 2,700,000.00
Total Operational Cost 24,000,000.00
Total Pengeluaran 27,750,000.00
III Penjualan
% kegagalan 10
Hasil penjualan kg 6,500.00 6,750.00 43,875,000.00
Penerimaan 43,875,000.00
LABA 16,125,000.00

ANGGARAN BIAYA BUDIDAYA JAMUR TIRAM

Skala usaha                                      5000 log

Satu siklus usaha                             6 bulan

Asumsi bangunan                            Bangunan kumbung baru

Asumsi pemasaran                          melalui Agen/bandar

Kunci analisis usaha ini ada pada pemasaran. untuk memperoleh laba yang lebih tinggi tentu diperlukan terobosan  pasar /pengembangan pasar. Contoh pemasaran langsung ke pasar induk, pasar kecil/sedang, restoran, hotel, swalayan dll.

No. Pembiayaan Unit Biaya satuan Jumlah nilai
I Investment Cost
Kumbung m2 120,000.00 50 6,000,000.00
Peralatan
Alat steam (boiler) Unit 1,000,000.00 1 1,000,000.00
Instalasi Listrik 120,000.00
Selang dan  sprayer 50,000.00
Sekop dan ember 50,000.00
Total Investment Cost 7,220,000.00
II Operational Cost
Variable Cost
Media tanam :
Serbuk kayu kg 200.00 8,000 1,600,000.00
dedak kg 1,000.00 800 800,000.00
kapur kg 300.00 100 30,000.00
Bibit  jamur log 3,000.00 200 600,000.00
alkohol liter 10,000.00 2 20,000.00
Plastik bag ukuran 2kg kg 18,000.00 30 540,000.00
Kayu  bakar 500,000.00
Karet  gelang kg 10,000.00 2 20,000.00
kapas 30,000.00
ring buah 50.00 5,000 250.000.00
Plastik ukuran  5 kg kg 18,000.00 10 180,000.00
Biaya listrik Bulan 30,000.00 6 180,000.00
Fixed Cost
Pekerja  :
Pencampuran Orang-hari 25,000.00 10 250,000.00
inokulasi Orang-hari 15,000.00 20 300,000.00
pemeliharaan Orang-hari 10,000.00 120 1,200,000.00
Total Operational Cost 6,500,000.00
Total Pengeluaran 13,720,000.00
III Penjualan
% kegagalan 10
Hasil Penjualan kg 6,500.00 2,250 14,625,000.00
Penerimaan 14,625,000.00
LABA 8,125,000.00
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.