Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘jamur tiram’

pleurotus-ostreatus-jamur tiram

This well known mushroom is easily recognized by the way it grows on wood in shelf-like clusters; its relatively large size; its whitish gills that run down a stubby, nearly-absent stem; and its whitish to lilac spore print. It fruits in fall and winter across North America, and has a brownish cap. A number of very similar species are closely related, and the broad term “Oyster Mushroom” applies equally to Pleurotus ostreatus, Pleurotus pulmonarius (which is often paler, and appears in the summer), and Pleurotus populinus (which is found on the wood of quaking aspen).

I think oyster mushrooms have a peculiar smell, but I would be hard pressed to describe it. An “oyster mushroom smell” is about all I can come up with, but the not-unpleasant odor seems fairly distinctive in the mushroom world. Because they are large and grow on trees, oyster mushrooms can be seen from the car–like, when it rains hard for days on end and you just have to get out. read more…

Read Full Post »

Kandungan Jamur Tiram

Selain kelezatannya, Jamur tiram juga sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Selain kandungan gizinya yang tinggi dengan berbagai macam asam amino esensial yang terkandung di dalamnya, jamur tiram juga mengandung senyawa-senyawa lainnya yang penting bagi aspek medis. Seperti kita ketahui pada masyarakat Jepang dan Cina, menu makanan yang terbuat dari jamur sudah menjadi menu yang turun temurun karena mengetahui khasiatnya yang sangat baik bagi tubuh. Di Indonesia, konsumsi jamur tiram dari tahun ke tahun diketahui semakin meningkat seiring dengan kebutuhan masyarakat akan produk pangan yang sehat dan terjangkau.

jamur tiram

Berikut berbagai hasil penelitian mengenai komposisi dan kandungan gizi jamur tiram :

Penelitian di Massachusett University menyimpulkan bahwa riboflavin, asam Nicotinat, Pantothenat, dan biotin (Vitamin B) masih terpelihara dengan baik meskipun jamur telah dimasak. Hasil penelitian dari Beta Glucan Health Center menyebutkan bahwa jamur tiram (Pleurotus ostreatus) mengandung senyawa Pleuran (di Jepang, jamur tiram disebut Hiratake sebagai jamur obat), mengandung protein (19-30%), karbohidrat (50-60%), asam amino, vit B1 (thiamin), B2 (riboflavin), B3 (Niacin), B5 (asam panthotenat), B7 (biotin), Vit C dan mineral Calsium, Besi, Mg, Fosfor, K, P, S, Zn. Dapat juga sebagai antitumor, menurunkan kolesterol, dan antioksidan. Artikel selengkapnya…

Read Full Post »

Jalur Pemasaran Jamur Tiram secara umum

Untuk Daerah Bandung dan Sekitarnya

Target Pasar.doc

STRATEGI PEMASARAN

Pemasaran dibagi menjadi beberapa tahap diantaranya ;

Tahap 1

dengan beberapa alternatif strategi pemasaran yaitu

a. Langsung melalui jalur 2B dan jalur 3. Pemasaran langsung ke pasar Induk di Bandung terutama yang berdekatan dengan tempat produksi seperti pasar induk Caringin, serta pasar sedang / kecil seperti pasar Soreang, dan pasar Banjaran. Artikel selengkapnya…

Read Full Post »

SURAT AKAD SYARIKAH MUDHARABAH

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

MUKADDIMAH

“Aku adalah pihak ketiga (Yang Maha Melindungi) bagi dua orang yang melakukan syirkah,

selama salah seorang di antara mereka tidak berkhianat kepada kawan syarikatnya.

Apabila diantara mereka ada yang berkhianat, maka Aku akan keluar dari mereka.”

(Hadist Qudsi, Imam Daruquthni dari Abu Harairah r.a.)

Pada hari ini, ____________ tanggal ____ bulan ___________tahun _____________, di Bandung,

yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama               :

No. KTP          :

Alamat            :

Yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama

Nama               : Rial Aditya

No. KTP          :

Alamat            :

Posisi               : Manajer Umum & Pemasaran

Yang selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua

Secara bersama-sama kedua pihak bersepakat untuk mengadakan perjanjian bersyarikat dengan jenis syarikat mudharabah dalam suatu usaha budidaya jamur tiram dengan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam pasal-pasal sebagai berikut:

Pasal 1

Ketentuan Umum

Artikel selengkapnya…

Read Full Post »

LAMPIRAN

 PROYEKSI LABA RUGI BUDIDAYA JAMUR SKALA 18000 Log

CASHFLOW BUDIDAYA JAMUR SKALA 40 000 LOG

CASHFLOW BUDIDAYA JAMUR SKALA 40 000 LOG

Read Full Post »

ANALISIS KEUANGAN

A. Analisis Biaya dan Pendapatan  (Skala Produksi 18000 log)

1. Modal tetap

modal tetap usaha jamur

2. Biaya Penyusutan

Nilai ekonomis lahan dan peralatan   : 2 tahun

Rp. 5.000.000                                           : 4                   =  Rp. 1.250.000

3. Modal kerja (Biaya operasional)

a. Bahan baku untuk 18000 log

biaya operasional usaha jamur

b. Gaji pegawai

Jumlah total per musim        = Rp.3.000.000,00

c. Utilitas

Microsoft Word - PROPOSAL USAHA.docx

4.    Total Modal       = Modal tetap +modal Kerja

= Rp. 5.000.000 + Rp. 18.395.000 + Rp. 3.000.000 + Rp. 250.000

= Rp. 26.645.000

5.    Pendapatan kotor

Produksi jamur (kegagalan 20%)      = 14.400 log x 0,5 kg  = 7.200 kg

7.200 kg @ 5000                                           = Rp. 36.000.000

6.    Biaya Produksi = Biaya penyusutan + modal kerja

= Rp. 1.250.000 + 18.395.000 + Rp. 3.000.000 + Rp. 250.000

= Rp. 22.895.000

7.    Pendapatan bersih (Net Profit)         =  pendapatan kotor – biaya produksi

=  Rp. 36.000.000 – Rp. 22.895.000

=  Rp. 13.105.000

B. Break Event Point

BEP Produksi                 = Total biaya produksi / harga satuan

= 22.895.000 / 5000

= 4579 kg

Artinya budidaya jamur tiram tidak mendapat untung dan juga tidak mengalami kerugian bila jumlah produksi sebesar 4579 kg

BEP Harga                      = Total biaya produksi / jumlah produksi

= 22.895.000 / 7200

= Rp. 3179,86

Artinya usaha ini tidak mendapatkan untung dan juga tidak mengalami kerugian bila harga jual Rp. 3179,86  per kilo

C. Benefit Cost Ratio

BC Ratio                          = Rp. 13.105.000 / Rp. 26.645.000

= 0,5

Artinya pendapatan bersih yang diperoleh dalam usaha pembibitan bibit jamur adalah 0,5 di atas total biaya.

D. Masa Pengembalian Modal

Masa pengembalian modal = Rp. 13.105.000 + Rp. 1.250.000      x 100%

Rp.26.645.000

= 53,88 %

E. Pembagian keuntungan

Pembagian keuntungan bersih direncanakan adalah sebagai berikut:

Kepentingan sosial                    :  5% (zakat 2,5% + kepentingan sosial 2,5%)

profit

Pengembangan usaha              :  25 % profit

Pengelola                                      :  20 % profit

Dividen investor                       :  50 % profit (20% profit share ; 30%  pengembalian modal)

PENUTUP

Demikian proposal pengembangan usaha jamur tiram ini penulis susun. Dari hasil analisis penulis mengenai peluang pemasaran, operasional, dan keuangan, penulis optimis bahwa budidaya jamur tiram ini layak dan berpotensi tinggi untuk dikembangkan.

author :AdityaRial

Read Full Post »

ANALISIS OPERASIONAL

Lokasi Produksi

Lokasi usaha terletak di  Desa kertawangi, Cisarua. Daerah ini  merupakan sentra jamur tiram di Bandung.

Kapasitas Produksi

Diperkirakan dalam tahap awal memproduksi sekitar 20.000 baglog. Produksi dilakukan 4 kali dalam seminggu, satu minggu dihasilkan rata-rata 6000 baglog produksi.

Proses Produksi

Proses produksi dijelaskan dalam bagan sebagai berikut :

proses produksi jamur

Investasi Yang Dibutuhkan

Investasi awal yang dibutuhkan adalah sebesar 30 – 100 juta rupiah. Investasi diperoleh dari beberapa investor.

Rancangan produksi

Sebagai gambaran, sarana dan prasarana utama seperti bangunan kumbung dan kelengkapannya dalam pengembangan usaha ini telah tersedia sehingga investasi yang ada akan difokuskan untuk biaya operasional usaha.

Artikel selengkapnya…

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.